Thursday, 7 May 2015

TBC

Mencegah dan Mengatasi Tuberkulosis Paru (TBC PARU) Dengan Tumbuhan Obat
Wed, 26 May 2004 14:11:00 WIB
Oleh : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma

Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi akut atau kronis yang disebabkan oleh bacillus tuberkel yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis. Merupakan penyakit menular yang lebih banyak menyerang paru-paru (TBC paru), namun bakteri tersebut juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti kulit (TBC kulit), tulang (TBC tulang), usus (TBC usus), ginjal (TBC ginjal), otak (TBC otak), dan sebagainya. Dua jenis utama dari bakteri tersebut dapat menyerang manusia (human strain) dan ternak (bovine strain). Human strain menyebar dengan perantaraan air ludah orang yang terinfeksi atau melalui udara setelah bersin atau batuk. Selain itu juga bisa ditularkan lewat susu sapi yang terkena infeksi (bovine strain), biasanya terjangkit pada anak-anak, namun kasus tersebut jarang terjadi karena saat ini penggunaan susu banyak yang telah di pasteurisasi. 

Pada tuberkulosis paru, substansi abnormal yang disebut pulmonary infiltrates terakumulasi, rongga berkembang dan jaringan masa granulasi terjadi dalam paru-paru, masa tersebut terdiri dari jaringan mati. Infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis pada seesorang yang belum mendapatkan penyakit tersebut disebut dengan tuberkulosis primer. Setelah terkena infeksi bakteri tersebut, sekitar 5% dari mereka yang terkena akan mengembangkan tuberkulosis aktif dalam tempo satu tahun, dan sisanya mengalami infeksi tidak aktif.

Luka khas yang disebabkan oleh tuberkulosis yaitu sebuah tuberkel, merupakan daerah kecil peradangan dan kerusakan jaringan, yang suatu waktu dapat pecah dan membentuk nanah. Tuberkel dikatakan sembuh bila mengeras sebagai akibat endapan kalsium dan terkurung oleh bahan berserta (fibrous), hal ini dapat dilihat jelas dengan foto sinar X pada dada dalam kasus TBC paru. Sistem kekebalan tubuh seseorang biasanya mengendalikan bacillus tuberkel. Meskipun demikian tidak semua tuberkel menjadi sembuh, bakteri dapat tinggal dalam tuberkel secara tidak aktif selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Bila daya tahan tubuh turun (misal menderita penyakit lain) maka infeksi dapat diaktifkan kembali sehingga bereaksi dan menyebar dengan cepat ke bagian tubuh yang lain. TBC paru dapat ringan atau parah, dalam banyak hal paru-paru dapat terinfeksi kemudian sembuh secara berangsur-angsur.

Selama infeksi awal, tuberkulosis paru jarang menimbulkan gejala, namun pada beberapa penderita menunjukkan gejala yang tidak khas, seperti : kelelahan tidak bersebab, lemah dan tidak semangat, mudah letih bila sedikit saja bekerja, tidak nafsu makan, berat badan menurun, berkeringat pada waktu malam hari, demam ringan, dan batuk disertai riak. Bila infeksinya berlanjut maka gejala-gejala tersebut menjadi lebih hebat, yaitu dada terasa sakit dan sesak, batuk-batuk menjadi makin hebat dan lendir, sputum yang penuh dengan nanah, atau air ludah yang campur dengan darah dapat dibatukkan keluar. Bahan tersebut sangat menular karena mengandung jutaan bakteri Mycobacterium tuberkulosis.

Orang yang berisiko tinggi terkena tuberkulosis antara lain adalah orang yang tinggal dalam rumah/ruangan yang ventilasinya buruk, orang yang berhubungan dekat dengan penderita tuberkulosis, sebelumnya pernah terserang penyakit tersebut, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (penderita malnutrisi, kanker, atau penyakit lain yang mengganggu sistem kekebalan tubuh), dan pecandu obat atau alkohol. Penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki daripada wanita, dan lebih banyak menyerang kulit berwarna daripada orang kulit putih.

Tes atau pemeriksaan untuk menentukan hadirnya tuberkulosis yaitu melalui foto sinar X dari dada, pemeriksaan sputum/dahak, dan tes kulit tuberkulin (menyuntikan tuberkulin pada kulit, bila menghasilkan daerah merah peradangan berarti positif terkena tuberkulosis). Perawatan tuberkulosis selain dengan terapi obat termasuk antibiotik, juga harus banyak istirahat, ruangan cukup cahaya dan ventilasi, udara harus segar, mengkonsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang. Salah satu tindakan pencegahan tuberkulosis adalah dengan vaksinasi BCG, walaupun vaksinasi tersebut tidak menjamin perlindungan terhadap infeksi tetapi dapat membantu menurunkan risiko terkena tuberkulosis yang hebat.

Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi tuberkulosis mempunyai efek sebagai anti-infeksi, antibiotik, antiradang, antibakteri, dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa contoh ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu tuberkulosis paru, antara lain :
  • 30 gram umbi bunga lili kering (pahap) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya digunakan untuk menyeduh 9 gram bubuk umbi anggrek tanah (pai cik), diaduk, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
  • 30 gram pegagan segar + 20 gram sambiloto segar atau 10 gram kering + 10 lembar daun sirih + 30 gram kencur, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, tambahkan madu, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali 200 cc.
  • 100 gram daun lidah buaya (yang telah dikupas kulitnya) + 15 gram jamur putih kering (direndam dulu hingga lembut) + 2 buah mengkudu matang, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum. Lakukan 2 kali sehari.
Catatan :
  • umbi bunga lili kering dapat dibeli di toko obat tionghoa dengan nama Pahap, dan umbi anggrek tanah dengan nama pai cik.
  • Untuk perebusan gunakan panci enamel atau periuk tanah.
Sumber: CBN

No comments:

Post a Comment