Biasanya wanita mengalami menopause pada usia sekitar 50 tahun. Namun
belakangan makin banyak terjadi wanita muda yang kehilangan masa
kesuburannya karena menopause dini.
Menopause dini yang juga
dikenal sebagai kegagalan ovarium prematur didefinisikan sebagai
terjadinya menopause sebelum usia 45 tahun. Ada banyak kemungkinan
penyebabnya, termasuk penyakit autoimun, pengobatan kanker dan riwayat
keluarga, tetapi untuk beberapa perempuan penyebabnya bisa tetap
misteri.
Berikut kisah Lindsey Foots, wanita barat yang mengalami menopause di usia 33 tahun:
"Dokter mengatakan kepada saya, hasil tes darah saya menunjukkan bahwa di usia baru 33 tahun, saya sudah post-menopause. Jika saya ingin memiliki anak, satu-satunya harapan saya sekarang IVF (bayi tabung), karena indung telur saya tidak lagi memproduksi telur," tutur Lindsey Foots.
"Dokter mengatakan kepada saya, hasil tes darah saya menunjukkan bahwa di usia baru 33 tahun, saya sudah post-menopause. Jika saya ingin memiliki anak, satu-satunya harapan saya sekarang IVF (bayi tabung), karena indung telur saya tidak lagi memproduksi telur," tutur Lindsey Foots.
Lindsey mengalami menopause 18 tahun lebih awal karena
rata-rata perempuan mengalami menopause di usia 51 tahun. Ia memang
sudah lama tidak haid, tapi dia tidak curiga mengalami menopause karena
ia tengah mengonsumsi pil KB, dan sama sekali tidak ada tanda-tanda hot
flushes, perubahan suasana hati atau kenaikan berat badan, yang
merupakan gejala khas menopause.
Bukan hanya hilangnya kesempatan
memperoleh keturunan, sebuah penelitian menyatakan bahwa wanita yang
mengalami menopause pada usia dini lebih berisiko terkena penyakit
jantung dan stroke dibanding wanita yang mengalami menopause pada usia
lebih tua.
Mencegah Menopause dengan Herbal
Perawatan alami menopause dengan tanaman obat menjadi semakin populer sebagai alternatif untuk terapi hormon pengganti. Pengobatan herbal menopause dapat digunakan untuk mengobati gejala seperti keringat malam, kekeringan dan hubungan yang menyakitkan, sakit kepala dan kecemasan meningkat.
Perawatan alami menopause untuk wanita yang sudah mengalaminya akan
dapat mengurangi gejala dan mencegah penyakit yang disebabkan oleh
hilangnya hormon estrogen dalam tubuh. Estrogen yang terdapat pada
tanaman disebut phytoestrogen. Berdasarkan pengalaman, bahkan bisa
mengembalikan kinerja ovarium untuk kembali mendapatkan menstruasi dan
tentunya supaya Anda bisa menambah momongan kembali.
Sementara Berikut adalah beberapa tanaman obat yang dapat digunakan untuk menopause:
1. Kemangi
Sari daun kemangi berkhasiat untuk gangguan pada vagina, mengatasi albuminaria, yaitu adanya konsentrasi albumin di dalam urine.
Kemangi kaya senyawa anetol dan boron yang merangsang hormon estrogen. Sedangkan senyawa eugenolnya dapat membunuh jamur penyebab keputihan. Zat stigmaasterol dalam kemangi merangsang pematangan sel telur (ovulasi), tannin dan sengnya mengurangi sekresi cairan vagina. Zat triptofan bisa menunda monopause.
2. Kulit Manggis
Komponen aktif utama dari kulit manggis (Xanthone) adalah sejenis senyawa yang mirip dengan Bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antitumor, antialergi, antiinflamasi dan antiproliferasi.
Kandungan anti oksidan yang tinggi pada kulit manggis melebihi vitamin E sehingga mampu menambah imunitas tubuh dengan signifikan sehingga
efektif menunda menopouse bahkan memulihkan menopause bagi wanita yang sudah mengalaminya.
3. Manjakani
Tanaman yang punya nama lain Mecca Manjakani ini kaya akan Tanin, vitamin A dan C, kalsium, protein, serta mengandung elemen astringent untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan, serta mengembalikan fungsi ovarium dan menghambat bahkan memulihkan wanita yang sudah mengalami menopause.
4. Jamur Lingzhi
Jamur Lingzhi begitu dahsyat khasiatnya karena adanya kandungan polisakarida, adenosin, asam ganoderat, triterpenoid, peptidoglukan, fiber, protein dan sejumlah vitamin seperti vitamin E, C, B3, B6, B12, dan mineral.
Muhammad Bachroni
Dosen Teknologi Herbal
AKPER 17 Karanganyar, Surakarta
No comments:
Post a Comment